Showing posts with label Imitatio Christi. Show all posts
Showing posts with label Imitatio Christi. Show all posts

Friday, January 13, 2017

I.7. Hal melepaskan diri dari pengharapan yang sia-sia dan kecongkakan

1. Sungguh bodohlah orang yang menaruh harapannya kepada sesama manusia atau mahluk Tuhan lainnya
Baiklah kita jangan merasa malu melayani orang lain demi cinta kasih akan Jesus Kristus dan dipandang  sebagai orang miskin di dunia ini
Janganlah kita bersandar atas diri sendiri, melainkan taruhlah harapan kita hanya kepada Allah
Apabila kita bekerja sebaik-baiknya dengan segala tenaga yang ada pada kita, niscaya Tuhan membantu kemauan kita yang baik itu
Janganlah kita terlalu percaya akan pengetahuan kita atau akan kecerdasan orang, tetapi letakkanlah kepercayaan kita kepada rahmat Allah. Allah membantu mereka yang rendah hati, tetapi merendahkan mereka yang meninggikan dirinya
2. Hendaknya kita jangan membanggakan diri atas kekayaan jika kita memilikinya dan janganlah merasa bangga akan sahabat-sahabat yang berkuasa, pangkat dan sebagainya, melainkan banggalah akan Tuhan yang memberikan segala kebutuhan kita, kecuali itu bahkan masih menganugerahkan diriNya sendiri kepada kita
Janganlah kita membanggakan kekuatan atau keelokan badan kita yang karena penyakit sedikit saja mudah menjadi rusak dan jelek
Hendaknya kita juga tidak suka merasa puas atas kecakapan atau kepandaian yang ada pada kita. Kepuasan serupa itu menyebabkan kita kurang berkenan di mata Tuhan, yang memang menjadi sumber segala baik yang ada pada kita
3.Janganlah beranggapan, bahwa diri kita lebih baik daripada diri orang lain, agar supaya kita dalam pandangan Tuhan, yang mengetahui segala yang ada di dalam hati sanubari manusia, tidak lebih jelek daripada orang-orang lain
Janganlah kita menyombongkan diri atas pekerjaan kita yang baik, sebab sebab pertimbangan Tuhan berlainan dengan pertimbangan orang. Sering kali terjadi, bahwa sesuatu yang disukai orang tiada berkenan kepada Allah
Andaikata kita memiliki suatu kebaikan, hendaklah kita pikirkan, bahwa orang lain memiliki kebaikan lebih banyak. Jadi dengan demikian kita tetap rendah hati
Tidak ada jeleknya apabila kita menganggap diri kita lebih rendah daripada orang lain. Sebaliknya sangatlah merugikan apabila kita menempatkan diri kita meskipun hanya di atas satu orang lain saja
Ketentraman hati selalu ada pada orang yang rendah hati. Tetapi di dalam dada seorang yang congkak seringkali membara rasa iri-hati, dengki dan sakit-hati
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/19/i-7-hal-melepaskan-diri-dari-pengharapan-yang-sia-sia-dan-kecongkakan/
file: 19 September 2012

I.6. HAL KEINGINAN HATI YANG TERATUR

1. Berulangkali hati kita menjadi tidak tenteram apabila kita menginginkan sesuatu secara tidak teratur
Orang yang sombong dan yang kikir tidak pernah tenteram hatinya, tetapi orang yang berjiwa miskin serta rendah hati hidup dalam damai sepenuhnya
Orang yang belum dapat menyangkal dirinya sendiri dengan sungguh-sungguh akan segera tergoda dan terkalahkan dalam hal-hal yang kecil dan tak berarti
Barangsiapa masih lemah dalam hal kerohanian dan masih agak lekat kepada kenikmatan daging serta masih cenderung kepadanya, akan sukar melepaskan diri daripada keinginan-keinginan duniawi
Oleh karena itu akibatnya ia akan merasa susah, bilamana ia harus melepaskan barang sesuatu dan perasaannyapun akan mudah tersinggung apabila seseorang merintanginya
2. Tetapi jika ia memperoleh apa yang diinginkan, maka ia akan merasa menyesal, karena ia telah menuruti hawa nafsu, yang tidak mendekatkannya kepada perdamaian hati yang dirindukan setiap orang. maka ketentraman hati yang sebenarnya tidaklah diperoleh dengan menuruti keinginan hawa nafsu, melainkan dengan menentang desakannya

Oleh karena itu ketentraman hati tidaklah terdapat pada orang yang masih lekat pada kenikmatan daging, juga tidak pada mereka yang sangat mementingkan dal-hal lahiriah, melainkan pada mereka yang rajin dan bersemangat di dalam perkara-perkara rohani
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/16/i-6-hal-keinginan-hati-yang-teratur/
file: 16 september 2012

I.5. HAL MEMBACA KITAB SUCI

1. Didalam Kitab suci kita harus mencari kebenaran dan bukanlah kata-kata yang indah
Kitab Suci seluruhnya hendaknya dibaca dalam jiwa, seperti kitab tersebut ditulis
Lebih baik didalam Kitab Suci mencari apa yang berfaedah bagi kita daripada mencari keindahan bahasa
Kesukaan membaca kitab-kitab keagamaan dan bersahaja hendaknya sama dengan kesukaan kita membaca kitab-kitab yang luhur-luhur dan dalam-dalam isinya
Janganlah kita perdulikan, apakah penulisnya itu banyak ilmunya atau sedikit, hanya cinta kepada kebenaranlah hendaknya yag mendorong kita untuk membaca
Janganlah kita bertanya, siapa yang mengatakan, tetapi perhatikanlah apa yang dikatakan
2. Manusia itu berlalu, tetapi kebenaran Tuhan tetap tinggal selama-lamanya (Ps 116:2)
Dengan berbagai cara Tuhan bersabda kepada kita tanpa memandang keadaan diri kita. Keinginan kita untuk mengetahui segala-galanya seringkali merupakan rintangan pada waktu kita membaca Kitab Suci, karena kita sengaja mau mengetahui apa yang mestinya lebih baik kita lampaui begitu saja
Apabila kita ingin mengambil faedah dari apa yang kita baca, hendaklah kita membaca dengan rendah hati, bersahaja dan setia, dan janganlah menginginkan agar mendapat nama sebagai orang berilmu

Hendaklah suka bertanya dan dengarkanlah dengan tenang kata-kata orang suci. Janganlah kita tersentuh pada teladan-teladan para bapa-penulis kita, karena ada juga sebabnya mengapa perkara-perkara itu tercantum dalam Kitab Suci
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/15/i-5-hal-membaca-kitab-suci/
file: 15 September 2012

I.4. HAL BIJAKSANA DALAM TINGKAH LAKU

1. Janganlah kita percaya kepada setiap perkataan ataupun dorongan, tetapi pertimbangkanlah tiap-tiap perkara dengan tenang dan seksama apakah itu sesuai dengan kehendak Allah
Tetapi sayang, seringkali kita lebih percaya akan keburukan orang lain daripada akan kebaikannya dan lebih mudah membicarakan keburukannya daripada kebaikannya, begitu lemahlah kita
Tetapi orang yang sempurna tiada begitu lekas percaya kepada ceritera sembarang orang, karena ia mengetahui kelemahan orang yang cenderung kepada kejahatan dan yang sangat mudah tergelincir dalam kata-katanya
2. Sungguh sangat bijaksana, apabila kita tidak tergesa-gesa berbuat dan tidak mempertahankan pendapat sendiri dengan keras kepala
Juga bijaksana apabila kita tidak mempercayai setiap perkataan orang dan tidak segera menceriterakan kepada orang lain apa yang kita dengar atau yang kita anggap benar
Hendaklah kita minta nasihat kepada orang orang yang bijaksana dan mempunyai tanggung jawab, lebih baik kita diberi penerangan oleh orang yang lebih banyak pengalamannya daripada menurut pandangan sendiri
Hidup yang baik akan membuat manusia bijaksana dihadapan Allah dan paham dalam banyak hal
Semakin rendah hati seseorang dalam batinnya dan semakin tunduk ia kepada Allah, maka semakin bijaksana dan semakin tenanglah ia dalam segala hal

http://www.santo-laurensius.org/2012/09/14/i-4-hal-bijaksana-dalam-tingkah-laku/
file: 14 September 2012

I.3. Hal ajaran kebenaran

1. Berbahagialah orang yang langsung diajari oleh Kebenaran, tidak oleh gambaran-gambaran dan kata-kata yang fana, melainkan oleh kebenaran yang sejati
Pikiran dan perasaan kita sering menyesatkan kita dan hanya mampu membuka selubung kebenaran sedikit saja
Apakah gunanya banyak berdebat mengenai pelbagai soal yang tersembunyi dan gelap, padahal soal tersebut nantinya dalam pengadilan tidak akan dipertanggung-jawabkan kepada kita, karena kita tidak mengetahui tentang hal itu ?
Bodoh sekali kiranya apabila kita melalaikan apa yang berfaedah dan sangat penting artinya, dengan lebih mengutamakan soal yang menarik hati kita tetapi yang sunggus berbahaya. Kita mempunyai mata tetapi tidak melihat
2. Dan mengapa kita meributkan bermacam-macam hal ?
Apabila Sabda yang kekal berbicara kepada kita, niscaya kita terlepas dari bermacam-macam faham
Dari Sabda yang Esa berasal segala-galanya menjadi saksi tentang yang Esa ini, dan Sabda itulah yang pada permulaan juga berbicara kepada kita (Yoh 8:25)
Tanpa Dia tak seorangpun memahami atau mempertimbangkan suatu soal dengan baik. Orang yang memahami bahwa segala perkara itu adalah satu dan pula mengembalikan segalanya kepada satu itu dan segalanya dipandang dalam hubungannya dengan satu tadi, orang itu akan tenteram dalam hati dan dalam keadaan damai dengan Allah
Ya Allah yang bersifat kebenaran, persatukanlah kami dengan Dikau dalam cinta kasih yang kekal
Seringkali saya merasa menyesal karena saya banyak membaca dan mendengar. Pada Dikaulah tedapat segala-galanya yang saya cita-citakan dan saya inginkan
Buatlah mereka diam yang memberi hikmat manusia dan buatlah bisu semua mahluk dihadiratMu. Bersabdalah Engkau, ya Engkau sajalah kepada kami
3. Semakin banyak orang memperhatikan kebatinannya dan makin bersatu keadaan batinnya, semakin banyak dan semakin luhur pula perkara yang dapat difahami dengan mudah, karena dari atas ia menerima penerangan untuk memahami segalanya itu. jiwa yang murni, bersahaja dan teguh, tidak akan terganggu oleh pekerjaannya yang banyak, karena ia melakukan segalanya untuk kemuliaan Allah dan selalu diusahakannya dalam hati untuk membuang segala keinginan mencari kepentingan diri sendiri. Tak ada rintangan yang lebih menyultkan dan menyusahkan jalan kita daripada cita-cita hati yang tidak kita kendalikan
Orang yang baik dan takwa lebih dahulu akan memikirkan apa yang diperbuatnya, sebelum dia menyingsingkan lengan bajunya
Dengan jalan ini sia tidak akan terseret oleh keinginan-keinginan yang tidak teratur, melainkan dia sendirilah yang akan mengemudikan keinginan-keinginannya selaras dengan akal sehat
Tidak ada seorangpun yang berjuang lebih hebat daripada orang yang menundukkan dirinya sendiri
Dan inilah yag harus menjadi tugas kita : menundukkan diri sendiri dan setiap hari semakin menguasai diri kita dan semakin maju dalam kebaikan
4. Segala kesempurnaan dalam hidup inibiasanya masih mengandung hal-hal yan tidaksempurna dan segala pandangan kita kebanyakan tentu masih berkabut
Tahu akan diri sendiri denag kerendahan hati adalah jalan yang lebihy aman menuju Allah daripada pemeriksaan mendalam dan teliti berdasarkan ilmu pengetahuan
Sudah barang tentu kita tidak boleh mencela ilmu atau pengetahuan yang sederhana mengenai hal apapun juga, yang pada hakekatnya adalah baik dan diatur oleh Tuhan, tetapi tidaklah dapat diingkari bahwa suara hati yang baik dan hidup bertakwa adalah lebih baik daripada semuanya ini
Sebab justru oleh karena banyak orang lebih mengutamakan ilmu daripada hidup yang baik, maka seringkali mereka itu tersesat dari jalan yang benar dan pekerjaannya hanya menghasilkan buah sedikit atau tidak berbuah sama sekali
5. Ah, seandainya mereka dalam membasmi kejahatannya dan menanam kebajikannya sama rajinnya seperti bila merekan mengemukakan soal-soal, alangkah kurangnya kejahatan dan batu sandungan dalam masyarakat, serta alangkah berkurangnya pula semangat lemah dalam biara-biara
Sungguh, pada hari kiamat tidak akan ditanyakan kepada kita, apakah yang telah kita baca, melainkan apakah yang telah kita perbuat. Tidak akan ditanyakan apakah kita berbahasa yang indah, tetapi apakah kita hidup di dunia dengan baik
Cobalah katakan : dimana sekarang tuan-tuan besar dan orang cerdik pandai, yang semasa hidupnyak kita kenal begitu baik, serta nama-nama kehormatan yang setinggi-tingginya
Orang-orang lain sudah merebut kedudukan dan menguasai kekayaan yang telah mereka tinggalkan, namun saya tidak tahu apakah orang-orang lain itu masih ingat kepada tuan-tuan tadi
Selama masih hidup mereka itu seolah-olah merupakan orang istimewa, tetapi sekarang sesudah meninggal dunia tak seorangpun yang mempercakapkan mereka lagi
6. Ah, alangkah cepatnya kemegahan dunia ini berlalu !
Seandainya hidup mereka sesuai dengan pengetahuannya, niscaya mereka akan belajar dan memberikan pelajaran dengan baik
Betapa banyaknya orang yang hanya sedikit mementingkan pengabdiannya kepada Allah dan hanyut dalam dunia ini karena ilmunya yang sia-sia
Lagi pula mereka lebih suka menjadi orang yang ternama daripada orang yang rendah hati, maka mereka menjadi kegila-gilaan dalam pikirannya
Sungguh mulia orang yang memiliki cinta kasih yang besar
Sungguh mulia orang yang merasa tidak berarti dalam pandangannya sendiri dan tiada menghargai kehormatan yang setinggi-tingginya
Sungguh bijaksanalah orang yang menganggap segala barang duniawi sebagai sampah (Phil 3:8) agar mereka dapat memperoleh Kristus
Dan sungguh mahir-cerdiklah ia, yang menjalankan kehendak Allah dan menyampingkan kehendaknya sendiri
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/13/i-3-hal-ajaran-kebenaran/
file:13 september 2012

I.2. HAL RASA RENDAH HATI

1. Ingin akan pengetahuan adalah kodrat manusia, tetapi apakah gunanya pengetahuan jika kita tidak takut kepada Allah ?
Seorang petani yang rendah hati dan mengabdi kepada Tuhan, sungguh lebih baikdaripada seorang ahli filsafat yang congkak, yang menyelidiki ilmu perbintangan, tetapi tiada memperdulikan keadaan jiwanya
Barang siapa mengenal diri sendiri dengan baik, akan merasa hina dan tidak merasa gembira atas pujian orang
Andaikata saya mengetahui segala-galanya, tetapi jika saya tidak memiliki cinta kasih, apakah gunanya semua itu bagi saya terhadap Allah yang akan mengadili saya sesuai dengan perbuatan saya ?
2. Hendaklah kita membuang segala keinginan akan pengetahuan yang melampaui batas, karena hal itu hanya menimbulkan banyak kebingungan dan kekecewaan saja
Mereka yang banyak pengetahuannya biasanya suka menjadi orang terkenal dan disebut orang pandai
Banyak pengetahuan yang hanya sedikit, bahkan sama sekali tidak bermanfaat bagi jiwa
Sungguh tidak bikjaksana orang mengejar segala apa saja, kecuali yang berguna bagi keselamatan jiwanya
Banyak bicara tentang ilmu tidak memuaskan jiwa, tetapi hidu[p saleh kakan menenangkan hati dan hati yang murni akan menjadikan hubungan kita dengan Allah lebih erat dan mesra
3. Semakin luas dan dalam pengetahuan kita, semakin keras kita akan diadili, jika hidup kita tidak menjadi semakin saleh seimbang dengan pengetahuan kita itu
Oleh sebab itu janganlah kita membanggakan diri atas kecakapan ataaupun pengetahuan kita, tetapi lebih baik kita takut akan tanggung jawab atas pengetahuan yang diberikan kepada kita
Bila kita menyangka, bahwa kita tahu akan banyak hal dan merasa paham tentang soal-soal itu, ingatlah bahwa masih banyak hal lain yang tidak kita ketahui
Janganlah mempunyai anggapan tinggi tentang dirimu sendiri (Rom 11:20), melainkan akuilah, bahwa sesungguhnya kurang pengetahuan kita
Mengapa kita menganggap diri kita lebih tinggi dari pada orang lain, sedangkan masih banyak orang lain yang lebih pandai dalam bidang kaidah-kaidah agama dari pada kita ?
Apabila kita ingin mengetahui dan mempelajari apa yang berguna bagi kita, sebaiknya kita suka tetap tinggal tidak terkenal dan tidak diindahkan umum
Anjuran yang baik dan paling berguna ialah sungguh-sungguh mengenal diri sendiri dan memandang diri sendiri sebagai orang hina
Tidak menyukai diri sendiri dan senantiasa beranggapan bahwa orang lain itu baik hati dan ramah, itu merupakan sifat-tabiat yang sangat bijaksana dan sempurna
Biarpun kita melihat orang lain berbuat dosa, bahkan melakukan kejahatan yang besar, janganlah sekali-kali menganggap bahwa diri kita  lebih baik daripada orang itu. Sebab kita sendiri tidak tahu berapa lama kita masih akan tetap kuat dalam keadaan yang baik. Kita semua lemah, kita tidak boleh menganggap bahwa orang lain lebih lemah daripada kita
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/06/i-2-hal-rasa-rendah-hati/
file: oleh Erwin Susilo pada tanggal  

 

 

Kata kunci:

Imitatio Christi

I.1. HAL MENGIKUTI JEJAK KRISTUS DAN MENGABAIKAN SEGALA KESIA-SIAAN DUNIA

1. Tuhan bersabda : Barang siapa mengikuti Daku tiadalah ia berjalan didalam kegelapan (Yoh 8:12)
Inilah sabda Kristus untuk menasehati kita supaya kita meniru hidup ketekunanNya, bila kita sunguh-sungguh ingin mendapat terang dan ingin dibebaskan daripada segala kebutaan hati
Karena itu hendaklah kita mengutamakan dan mencurahkan perhatian kita untuk merenungakan kehidupan Jesus Kristus
2. Ajaran Kristus jauh melebihi semua ajaran orang-orang Kudus dan barang siapa yang mempunyai semanagat yang sejati akan mendapat makna yang tersembunyi didalamnya. Tetapi sering terjadi bahwa banyak orang, meskipun telah berkali-kali mendengar Injil, rasa rindu mereka kepada Injil hanya kecil sekali, sebab mereka tidak memiliki semangat Kristus
Tetapi barangsiapa ingin memahami sedalam-dalamnya dan menikmati sepenuhinya kata-kata Kristus, hendaklah ia berusaha menyesuaikan hidupnya dengan hidup Kristus
3. Apakah faedahnya mengadakan perdebatan secara mendalam tentang Allah Tritunggal Maha Kudus, apabila kita tidak rendah hati, sehingga Tritunggal tidak berkenan kepada kita ?
Bahwasanya : bukan kata yang muluk-muluk membuat orang menjadi suci dan adil, melaikan hidup yang bertakwalah membuat orang berkenan kepada Tuhan
Lebih baik hati kita merasa remuk redam daripada mengerti segala seluk-beluknya
Seandainya kita hafal selutuh Kitab suci dan ucapan-ucapan para ahli filsafat semuanya, apakah gunanya semuanya itu, apabila kita tidak memiliki cinta kasih Allah danrahmatnya ?
Kesia-siaan, sungguh kesia-siaan dan segalanya adalah sia-sia belaka (Eccl. 1. 2), kecuali cinta kasih akan Allah dan mengabdi hanya kepadaNya
Inilah hikmat yang tertinggi : dengan menolak dunia menuju kepada kerajaan surga
4. Maka kesia-siaanlah mencari kekayaan yang fana dan menaruh pengharan padanya. Kesia-siaan pula mengejar kehormatan dan membanggakan diri
Kesia-siaanlah, menuruti keinginan dagingdfan menginginkan segala sesuatuyang akhirnya harus mengakibatkan hukuman berat bagi kita
Kesia-siaanlah, mengharapkan umur panjang, tetapi hanya sedikit mengindahkan hidup baik. kesia-siaanlah, mencintai segala yang lewat dengan cepat dan tiada mengejar kebahagiaan yang kekal
5. Hendaklah kita senantiasa ingat akan perkataan ini : bahwa mata tiada pernah puas melihat dan bahwa telinga tiada pernah puas mendengar (Eccl 1.1.8)
Maka hendaklah kita berusaha mengelakkan hati kita dari cinta yang kelihatan dan mengarahkannya kepada apa yang tidak tampak
Karena barangsiapa menuruti kenikmatan nafsu rasa, akan menodai hatinya dan kehilangan rahmat Allah
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/05/i-1-hal-mengikuti-jejak-kristus-dan-mengabaikan-segala-kesia-siaan-dunia-2/
file: 5 september 2012

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI - 23/09/2018

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI MISA REMAJA 30 SEPTEMBER 2018. Seluruh remaja usia BIR(10- 15th) diundang hadir untuk menghadiri Misa...