Showing posts with label tahun iman. Show all posts
Showing posts with label tahun iman. Show all posts

Friday, January 13, 2017

REFLEKSI TAHUN IMAN – Iman mencari pengertian

St. Anselmus dari Canterbury (1033 – 1109) berpendapat bahwa iman mendahului pengertian. Orang percaya terlebih dahulu, baru di dalam bingkai kepercayaan itu ia mencari pengertian. Ungkapannya yang terkenal ialah fides quaerens intellectum (iman mencari pengertian).  St. Anselmus mengatakan, “Saya tidak mencari pengertian agar supaya saya percaya, melainkan saya percaya supaya saya dapat mengerti. Maka dari itu saya berkeyakinan, bahwa seandainya saya pertama-tama tidak percaya, maka saya tidak akan mengerti” ( Neque enim quaero intelligere ut credam, sed credo ut intelligam. Nam et hoc credo, quia, nisi credidero, non intelligam)
Yang diungkapkan oleh St. Anselmus ini kiranya mengulangi apa yang sudah dikatakan jauh sebelumnya oleh St. Agustinus (354-430) “Saya percaya supaya saya mengerti, bukan saya mengerti supaya saya percaya. ( Credo ut intelligam, non intelligo ut credam.).
Paus Benedictus XVI menulis dalam Porta Fidei (2011) no. 10 sbb:
Hati menunjukkan bahwa tindakan pertama dengan mana seseorang datang kepada iman adalah rahmat Tuhan dan pencurahan rahmat itu menggerakkan dan mengubah orang dari dalam dirinya. Pengalaman Lidia adalah contoh yang sangat jelas dalam hal ini. St. Lukas menceriterakan ketika Lidia berada di Filipi, St. Paulus datang pada hari Sabbat untuk mewartakan Injil kepada beberapa wanita, salah satunya ialah Lidia: “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus”(Kis. 16:14).
Iman adalah suatu anugerah yang dengan misterius bekerja di dalam hati seseorang. Iman timbul di dalam hati bukan karena pengertian semata-mata, melainkan karena banyak faktor lain yang turut bekerja untuk mewujudkan iman itu yang bisa dirangkum sebagai rahmat. Di dalam iman yang sudah ada itu kemudian orang berusaha untuk mencari pengertian-pengertian sejauh kemampuannya.
Terkait dengan artikel “REFLEKSI TAHUN IMAN – Mengerti dan Percaya” silahkan klik disini


Romo Albertus Sujoko MSC, Ketua Program Imamat Seminari Hati Kudus Pineleng

http://www.santo-laurensius.org/2012/10/24/refleksi-tahun-iman-iman-mencari-pengertian/

REFLEKSI TAHUN IMAN – Mengerti dan Percaya

Saya mengerti, sehingga saya mau percaya atau saya sudah percaya, sehingga saya bisa mengerti? Manakah yang lebih dahulu?
Orang mungkin bisa diyakinkan dengan pengertian, kemudian ia mau percaya. Tetapi pengertian tidak dengan sendirinya membuatnya mau percaya. Bisa terjadi bahwa seseorang sudah mengerti dengan sangat baik ajaran suatu agama, namun ia tidak mau percaya dengan ajaran agama itu. Karena percaya dan mengerti adalah adalah dua hal yang berbeda.
Contohnya adalah seorang penganut agama tertentu yang ahli di bidang ilmu agama lainnya. Misalnya, Pastor atau Pendeta yang ahli Islamologi. Atau Pak Ustad yang ahli Kristologi dan Mariologi. Jadi, Pengertian tidak dengan sendirinya membawa kepada kepercayaan. Sebaliknya, orang dapat percaya walaupun ia belum terlalu mengerti.
Ini terjadi dalam banyak umat katolik. Meskipun mereka tidak terlalu mengerti ajaran agamanya, namun mereka percaya. Justeru karena kenyataan ini, maka digalakkan katekese iman selama tahun iman ini.
Mengapa saya tetap percaya kepada agama Katolik, walaupun saya tidak terlalu mengerti banyak tentang isi ajaran iman katolik? Atau apa yang dimaksud dengan mengerti? Apa maksudnya mengerti sendikit atau mengerti banyak? Mengerti dalam arti apa?
Dalam Prolog Katekismus diajarkan:
“BAPA…inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka telah mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yoh 17:3). Allah, Juru Selamat kita “menghendaki, supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:3-4). Sebab, “di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kis 4:12), selain nama YESUS.
Apa artinya “mengenal” di sini? Mungkin sudah termasuk “mengerti” dan “percaya?”  Sekedar bertanya untuk memancing diskusi di tahun iman!

Romo Albertus Sujoko MSC

http://www.santo-laurensius.org/2012/10/20/refleksi-tahun-iman-mengerti-dan-percaya/

DOA TAHUN IMAN


Ya Allah Tritunggal Maha Kudus
Bapa, Putra dan Roh Kudus
Kami umat-Mu bersyukur atas karunia iman
yang membawa kami pada keselamatan
Semoga setiap kali merayakan Ekaristi
iman kami semakin diteguhkan
Semoga iman kami mendorong kami
untuk mewujudkan persaudaraan dengan sesama
dan melayani dengan tulus dan rendah hati
Semoga kami tekun mendalami iman
dan makin meyakini Yuhan Jesus Kristus
sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup kami
Bunda Maria, bunda kami semua
doakanlah kami agar kami makin setia pada Putramu
dan makin berbakti masyarakat dan bangsa
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/14/doa-tahun-iman/

Paus meresmikan Tahun Iman dan mengajak untuk menemukan kembali Konsili Vatikan II (Video)




INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI - 23/09/2018

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI MISA REMAJA 30 SEPTEMBER 2018. Seluruh remaja usia BIR(10- 15th) diundang hadir untuk menghadiri Misa...