Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Sunday, January 15, 2017

SINODE TENTANG KELUARGA 2014 TEMA HANGAT TELAH DIBAHAS DI VATIKAN

"Kami menerima baik pasangan homoseksual, tetapi tidak memberkati jenis kohabitasi ini. Kami juga tidak memandang kohabitasi mereka sebagai suatu pernikahan atau keluarga".
10 Oktober 2014.
Padre Lombardi, Juru bicara Vatikan, menjelaskan kepada para wartawan pada hari ini, 10 Okt, bahwa para Bapa Sinode telah memasuki tema-tema hangat yang dijadwalkan dalam Instrumentum laboris. Dalam konferensi pers ini hadir pula Kardinal Francesco Coccopalmerio dan Mgr. Paul-André Durocher.
Namun demikian tidak ada hal-hal yang mengejutkan atau mengguncangkan terjadi di dalam Aula Vatikan, khususnya perihal tema-tema hangat seperti akses kepada sakramen-sakramen bagi mereka yang berada dalam situasi 'belum teratur', yang dijadikan oleh media internasional sebagai tema terpenting dalam Sinode 2014.
Kardinal Coccopalmerio menjelaskan bahwa di dalam iklim yang bebas dan terbuka yang diharapkan oleh Paus Fransiskus pada awal pertemuan, "telah banyak dinyatakan pengakuan-pengakuan, kesaksian-kesaksian....satu per satu mengatakan pemikiran mereka dengan semangat. Diantara dua posisi yang ada: kesetiaan kepada doktrin dan pernikahan yang tak terpatahkan di satu sisi, dan di sisi lain sebuah pendekatan pastoral yang penuh belas-kasih; tidak ada antagonisme, pertentangan permusuhan, tetapi saling mendengarkan dengan perhatian, dengan kerendahan hati dan kejujuran.
Hermeneutik, intinya, telah diindikasikan oleh Paus Bergoglio, yaitu: menyelamatkan doktrin, namun dimulai dari individu-individu, dari apa yang mereka butuhkan, dari penderitaan mereka, dari keperluan mendesak mereka. Kata Kard. Coccopalmerio, para Bapa Sinode dihadapkan pada interogasi yang disampaikan oleh Kristus dua ribu tahun yang lalu: "Ketika dombamu jatuh atau anakmu jatuh ke dalam sumur pada hari Sabtu, apa yang akan kau lakukan? Hukum Sabat berlaku, saya menghormatinya, tetapi ada kasus-kasus yang mengharuskan intervensi saya. Ada orang-orang yang memerlukan bantuan saya". Oleh sebab itu, kata kardinal, jawaban harus diberikan kepada "orang-orang yang sungguh-sungguh berada dalam kondisi yang parah dan mendesak". 
Diantara argumentasi yang ada dalam konferensi pers juga ada tema kemungkinan perceraian yang dibolehkan dalam Gereja Ortodoks. Kard. Coccopalmerio menyatakan: "Memang tema itu sering kali dibahas. Masalahnya adalah memahami apa yang terjadi di dalam Gereja Timur. Hanya pernikahan yang pertama adalah pernikahan yang sesungguhnya, Mysterion, kohabitasi lainnya diterima, didampingi dengan pemberkatan demi perdamaian diantara individu-individu bersangkutan, tetapi tidak dianggap sebagai pernikahan yang sesungguhnya". 
Jarang dibicarakan sebaliknya perihal kohabitasi homoseksual, selain daripada sebuah "langkah pastoral untuk mendengarkan mereka dan menerima mereka dengan baik", yang juga diharapkan bagi semua situasi-situasi yang 'sulit'. Di mana diminta "sebuah gaya bahasa yang lebih menghormati", para Bapa Sinode meski demikian telah mengulang pernyataan bahwa "pernikahan adalah antara seorang pria dan seorang wanita". Dan ketika ditanya apakah Gereja selain menerima dengan baik para pasangan homoseksual dapat juga memberkati  mereka, Kard. Coccopalmerio menjawab dengan tegas: "Bagi kami - atas dasar sifat manusia pada umumnya - pernikahan adalah hanya antara seorang pria dan seorang wanita. Kami tidak menghakimi mereka, kami menerima baik para pasangan homoseksual, tetapi untuk memberkati jenis persatuan ini, jelas tidak! Kami juga tidak memandang persatuan mereka sebagai suatu pernikahan atau sebuah keluarga". 
(Oleh: Shirley Hadisandjaja / disadur dari Tempi, 10 Okt 2014).

http://www.santo-laurensius.org/2014/10/10/sinode-tentang-keluarga-2014-tema-hangat-telah-dibahas-di-vatikan/

Gathering Bulan Keluarga Lingkungan St. Gerardus, Wilayah XI

Bulan Desember adalah bulan yang istimewa bagi keluarga katolik karena selain memasuki masa adven untuk mempersiapkan diri menyambut kelahiran Yesus Kristus, Keuskupan Agung Jakarta juga menetapkan masa adven sebagai bulan keluarga dengan tema “Bertumbuh di Nazareth”. Untuk membuat masa adven dan bulan keluarga ini memiliki makna yang mendalam, pengurus Lingkungan Santo Gerardus Wilayah XI mengadakan acara gathering keluarga bertempat di restoran Super Penyet, Alam Sutera, pada hari Sabtu 14 Desember 2013 sore. Tujuan dari penyelenggaraan gathering ini adalah untuk mempererat rasa persaudaraan antar keluarga katolik dan antar anggota masing-masing keluarga. Suasana penuh keakraban langsung terasa ketika 16 keluarga berjumlah total 43 orang memenuhi undangan gathering tersebut. Acara gathering dipandu oleh Timmie Manglasa dan Raditya yang membawa suasana ceria di setiap sesi acara, serta dimeriahkan pula oleh duet gitaris Linus dan Jefrey yang membawakan lagu-lagu rohani. Acara diawali dengan kata sambutan oleh Ketua Lingkungan Santo Gerardus Joko Lusimin, lalu dilanjutkan dengan sebuah games untuk menambah keakraban antar anggota keluarga. Games yang diikuti Kel. Wibowo-Vivawany dan Kel. Martin-Lena ini mengandung pesan moral bahwa semua tugas dan pekerjaan dalam keluarga dapat dilakukan bersama-sama dengan penuh keceriaan. Dalam sesi berikutnya, para peserta juga diajak melakukan perenungan bahwa dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, keluarga katolik juga tak luput dari berbagai musibah dan masalah. Namun dengan berpegang teguh dalam pengharapan dan iman pada Yesus Kristus yang telah lebih dahulu memanggul salib penderitaannya menuju Gunung Kalvari, keluarga katolik boleh menjalani berbagai masalah dalam kehidupan dengan tegar. Untuk tujuan itu, dalam acara gathering ini dihadirkan keluarga Purnomo Suwargo-Liana yang memberikan kesaksian iman ketika Liana sempat mengidap kanker payudara. Dengan ketabahan luar biasa menahan rasa sakit yang amat sangat ketika menjalani berkali-kali kemoterapi dan ketaatannya dalam doa terus-menerus penuh pengharapan kepada Yesus Kristus sampai akhirnya sembuh dari kanker. Kisah kesaksian Liana sungguh menginspirasi dan memberikan penguatan iman bagi para keluarga katolik yang hadir malam itu. Penghujung acara yang penuh keakraban ini diakhiri dengan sesi makan malam, ramah tamah dan foto bersama. Dalam kesan dan pesan setelah mengikuti acara ini, semua keluarga yang hadir mengaku terkesan dan berharap acara seperti ini menjadi agenda rutin Lingkungan Santo Gerardus di masa mendatang. (Wanda Pratama, Eka Mei)
http://www.santo-laurensius.org/2013/12/23/gathering-st-gerardus/

Catatan dari Seminar “Family Talk”


Seringkali persoalan dalam keluarga, baik antara suami dan istri atau pun antara orang tua dan anak, terjadi karena kurangnya berkomunikasi. Padahal berkomunikasi atau berbicara merupakan hal terpenting dalam keluarga. Dengan berbicara orang lalu dapat menyampaikan ide, perasaan dan informasi. Maka perlu dibangun budaya berbicara di dalam keluarga. “Keluarga Berbicara” (Family Talk) menjadi tema dari Seminar Sehari yang diadakan di Paroki Alam Sutera, Serpong Utara, pada hari Sabtu, 7 September 2013. Sebagai narasumber adalah Romo Alexander Erwin Santoso MSF, Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ didampingi oleh pasutri Ichsan dan Misa, sepasang suami-istri yang aktif melayani dalam komunitas Marriage Encounter (ME). Walaupun orang sudah berbicara, namun belum tentu ia sudah berkomunikasi dengan baik, demikian kata Romo Erwin. Sebuah hasil penelitian mengatakan bahwa efektivitas dalam berbicara dipengaruhi oleh 55% dari bahasa tubuh, 38% daari nada suara dan hanya 7% dari kata-kata yang digunakan. Maka, ekspresi dan intonasi merupakan faktor utama dalam berbicara. Lebih lanjut, Romo Erwin mengatakan bahwa untuk membangun relasi dalam keluarga, kita juga perlu belajar mengungkapkan perasaan. Seringkali orang tua berbicara kepada anak-anaknya dengan kalimat perintah dan jarang menyampaikan isi perasaannya. Padahal dengan menyampaikan isi perasaannya, orang tua membangun komunikasi sekaligus memberi peneguhan kepada anak-anak mereka.

http://www.santo-laurensius.org/2013/09/11/catatan-dari-seminar-family-talk/

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI - 23/09/2018

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI MISA REMAJA 30 SEPTEMBER 2018. Seluruh remaja usia BIR(10- 15th) diundang hadir untuk menghadiri Misa...