Showing posts with label AMBC. Show all posts
Showing posts with label AMBC. Show all posts

Friday, January 13, 2017

15 Oktober 2012 – Pw S. Teresia dari Avila

Gal 4:22-24,26-27,31 – 5:1; Luk 11:29-32.
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.
Kemerdekaan ialah anugerah terindah yang diberikan kepada manusia. Ada kemerdekaan lahir, tapi ada juga kemerdekaan batin yang jauh lebih berharga. Kemerdekaan itu adalah kemampuan untuk memilih yang terbaik di antara semua yang baik. Kemerdekaan memampukan kita untuk mencintai. Orang yang tidak merdeka batinnya tak mampu menngasihi sesama atau Tuhan. Injil mengajak kita percaya, berserah kepada Tuhan, walaupun kita tidak melihat tanda.
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/15/15-oktober-2012-pw-s-teresia-dari-avila/

14 Oktober 2012 – Minggu Biasa XXVIII

Keb 7:7-11; Mrk 10:17-30 (10:17-27).
Aku ber-doa dan diberi pengertian; aku mohon, lalu roh kebijaksanaan datang kepadaku.
Doa-doa kita biasanya berkisar pada kesehatan, makanan, keselamatan badan, nafkah, jodoh, anak. Alkitab mengajar kita me-langkah lebih jauh dari kebutuhan jasmani. Kita diajak mohon penger-tian dan roh kebijaksanaan. Itu mengandaikan bahwa kita berdoa berkepanjangan dalam hening, merenungkan firman Tuhan, mencari kehendak-Nya. Banyak yang tidak kita mengerti tentang seluk beluk kehidupan ini membuat kita mengeluh dan menggerutu bahkan mem-berontak. Roh kebijaksanaan mengajar kita untuk tunduk dan pasrah.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/14/14-oktober-2012-minggu-biasa-xxviii/

13 Oktober 2012

Gal 3:22-29; Luk 11:27-28.
Semua yang dibaptis dalam Kristus mengenakan Kristus.
Bagi banyak orang baptisan hanyalah upacara yang memberi status. “Saya orang katolik, kawin secara katolik, mati secara katolik.” Paulus menyentuh kebenaran yang terdalam dari baptisan. “Mengenakan Kristus” tidak hanya secara lahiriah, dipakai-kan kain putih tanda dikuduskan, tetapi terlebih secara batin. Dan apa yang ada di batin, terungkap dalam hidup sehari-hari: lemah lembut dan rendah hati seperti Yesus, mengenal dan mengasihi sesama, baik kawan maupun lawan, rela memberi nyawa, waktu, tenaga, kemam-puan sampai sehabis-habisnya bagi sesama, selalu mencari kehen-dak Bapa seperti Dia.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/13/13-oktober-2012/

12 Oktober 2012

Gal 3:7-14; Luk 11:15-26.
Orang yang benar akan hidup oleh iman.
Ada orang yang hanya mengandalkan akalnya saja. Apa yang tidak bisa dimengerti atau tidak masuk akal, ia tidak mau terima. Ada lagi yang hidup berdasarkan emosi, senang atau tidak senang. Ada pula yang mendasari hidupnya atas prinsip-prinsip tertentu yang dipegangnya kuat-kuat. Orang benar hidup oleh iman, kata kitab suci. Iman adalah anugerah Tuhan, relasi pribadi dan hidup dengan Allah. Hidupnya terarah kepada Allah, dan keinginannya hanya satu, yaitu melakukan kehendak Allah, menyenangkan hati Allah. Kehendak Allah tidak selalu jelas, perlu dicari. Perlu mendengarkan Roh Kudus. Suara-Nya makin jelas terdengar semakin hati kita murni,
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/12/12-oktober-2012/

11 Oktober 2012

Gal 3:1-5; Luk 11:5-13.
Kamu sudah mulai dengan Roh; mau-kah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
Roh membuat kita percaya kepada Yesus dan Injil. Percaya tidak berarti menerima sejumlah ajaran atau peraturan sebagai kebenaran, melainkan sebuah relasi pribadi dan hidup dengan Yesus. Bersama Paulus bisa mengatakan: “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam aku.” Relasi yang hidup dengan Kristus membebaskan kita dari segala egoisme dan nafsu. Relasi itu perlu dibina terus. Selama masih hidup dalam daging, kita perlu berjuang terus melawan nafsu berkuasa, mengejar prestasi, kesombongan dll.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/11/11-oktober-2012/

10 Oktober 2012

Gal 2:1-2,7-14; Luk 11:1-4.
Kami harus tetap mengingat orang-orang miskin, dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan untuk melakukannya.
Paulus diberi tugas merasul di antara bangsa-bangsa lain, sementara Petrus dkk di antara orang Yahudi. Sejak semula dibuat ketentuan bahwa mereka harus memberi prioritas pada orang miskin. Yesus sendiri hidup miskin dan melayani terutama orang miskin. Ketika Laurentius di abad ketiga disuruh menunjukkan harta Gereja, ia menunjuk kepada orang-orang miskin yang ia layani: “Mereka inilah harta Gereja.” Demikianlah sepanjang sejarah. Kalau orang miskin tidak lagi menjadi prioritas kita dalam karya pendidikan dan kesehatan, kita mengkhianati Gereja dan Kristus.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/09/10-oktober-2012/

9 Oktober 2012

Gal 1:13-24; Luk 10:38-42.
Ia telah memilih aku sejak kan-dungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya.
Melihat sejarah panggilannya, mungkin tepat kalau Paulus berkata: “Terlam-bat aku mengenal dan mengasihi Engkau, Yesus!” Tetapi di sini ia mengutip kata-kata nabi Yeremia karena yakin Tuhan telah memang-gilnya sejak dari kandungan ibu. Ia sampai kepada Yesus melalui liku-liku hidup, sampai pernah menjadi penganiaya Kristus. Tapi ia yakin semua pengalaman itu berguna untuk menjadikan dia seorang rasul yang rendah hati, hidup dari belas kasih Allah, terus mau belajar dari Yesus seperti Maria yang tekun mendengarkan.

(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/09/9-oktober-2012/

8 Oktober 2012

Gal 1:6-12; Luk 10:25-37.
Injil yang kuberitakan itu bukanlah Injil manusia karena aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.
Paulus sebagai penginjil mengalami banyak kecurigaan, perlawanan dan permusuhan. Sikapnya tegas, tidak kenal kompromi. Mengapa ia mau berjuang terus tanpa menyerah? Karena ia telah bertemu dengan Yesus Kristus dan menerima mandatnya dari Kristus sendiri. Yesus yang penuh belas kasih itu telah menyelamatkan dia seperti orang Samaria yang dikisahkan dalam Injil. Kasih tidak membedakan suku atau agama. Semua adalah sesama yang pantas ditolong dan diselamatkan. Maka Paulus pun menjadi rasul bangsa-bangsa.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/08/8-oktober-2012/

7 Oktober 2012 – Minggu Biasa XXVII

Kej 2:18-24; Ibr 2:9-11; Mrk 10:2-16 (10:2-12).
Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia.
‘No man is an island’: Manusia bukan pulau. Ia tidak dijadikan untuk hidup sendirian. Kela-hirannya pun merupakan buah kasih antara pria dan wanita yang dipersatukan dalam ikatan suci perkawinan. Ia baru menjadi manusia penuh kalau hidup bersama orang lain dan demi kebahagiaan orang lain. Dengan menikmati dan mensyukuri anugerah Tuhan bersama-sama, kita menciptakan surga di dunia.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/07/7-oktober-2012-minggu-biasa-xxvii/

6 Oktober 2012

Ayb 42:1-3,5-6,12-17; Luk 10:17-24. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Dari pelajaran agama kita mendapat pengeta-huan tentang Allah. Murid mendengar tentang Allah dari kata guru atau katekis. Selesai pelajaran, mungkin semua dilupakan. Kata Paus Benediktus XVI, tak ada prioritas lebih besar daripada menolong orang berjumpa dengan Tuhan secara pribadi. Tuhan menyapa kita melalui sabda-Nya dalam Kitab Suci. Jadikan buku itu ajang perjum-paan dengan Tuhan, sehingga orang mampu melihat, mendengar, meraba Tuhan yang hadir dan menyertai kita sampai akhir zaman.

(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/06/6-oktober-2012/

5 Oktober 2012

Ayb 38:1,12-21;39:36-38; Luk 10:13-16.
Sesungguhnya, aku ini terlalu hina. Jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu?
Ayub menantang Tuhan karena merasa diperlakukan tidak adil. Bukankah ia selalu berbuat baik dan rajin beramal? Mengapa ia harus menderita begitu hebat seperti orang kena tulah? Tuhan menjawab dengan menunjukkan hikmat dan kekuasaan-Nya dalam ciptaan. Alam semesta dan hidup manusia menyimpan misteri. Kita sering bertanya “Mengapa begini? Mengapa begitu?”  Mari kita membuka mata dan melihat keajaiban-keajaiban Tuhan dalam alam dan dalam hidup kita sendiri, supaya jangan menjadi seperti penduduk kota Kho-razim, Betsaida dan Kapernaum yang dikecam Tuhan.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/05/5-oktober-2012/

4 Oktober 2012 – Pw S. Fransiskus dari Assisi


Ayb 19:21-27; Luk 10:1-12.
Aku tahu: Penebusku hidup dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.
Dalam kegelapan yang paling gelap, dalam penderitaan yang paling menyakitkan lahir dan batin, Ayub melihat satu titik cahaya: “Pene-busku hidup! Penebusku bangkit! Badanku yang sudah hancur ini pun akan dipulihkan saat aku melihat Allah yang sangat kurindukan.” Buku Ayub ditulis lama sebelum Yesus lahir. Kita yang mengenal Yesus, mempunyai alasan lebih kuat lagi untuk mengandalkan Penebus kita. Fransiskus dari Asisi yang kaya meninggalkan segalanya demi Tuhan. Dengan modal kasih yang membara ia menjadi bentara damai. Sesudah 9 abad, semangatnya masih menggelora di dalam Gereja.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/04/4-oktober-2012-pw-s-fransiskus-dari-assisi/

3 Oktober 2012

Ayb 9:1-12,14-16; Luk 9:57-62.
Allah itu bijak dan kuat. Siapa dapat bersikeras melawan Dia dan selamat?
Allah yang bijak dan kuat itu sedang menempa kita menjadi pribadi yang indah lewat peristiwa-peristiwa suka dan duka. Melalui banyak penderitaan, Ayub keluar se-bagai orang yang rendah hati dan teguh imannya. Yesus memanggil kita untuk terlibat dalam karya penyelamatan dunia. Kita ingin ikut Yesus, tapi selalu ada saja alasan untuk mengelak. Ada yang takut melepaskan relasi, pekerjaan, harta milik; ada yang mau menunda-nunda… Apa yang menghambat saya sekarang untuk memberi diri sepenuhnya kepada Dia?

http://www.santo-laurensius.org/2012/10/03/3-oktober-2012/

2 Oktober 2012 – Pw Para Malaikat Pelindung.

Kel 23:20-23a; Mat 18:1-5,10.
Sesungguhnya, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu untuk melindungi engkau di jalan.
Hidup ini sebuah perjalanan yang penuh bahaya. Ada banyak hal yang menyesatkan, menjauhkan kita dari tujuan, bahkan membinasakan kita. Untung kita masing-masing juga diberi malaikat pelindung yang selalu berjalan di depan kita dan mengarahkan pandangan kita ke surga. Sering kita melupakan atau mengabaikan dia karena sibuk membangun surga kita sendiri, surga yang palsu dan semu. Hari ini kita diingatkan lagi akan adanya malaikat pelindung, sahabat terdekat kita!
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/02/2-oktober-2012-pw-para-malaikat-pelindung/

1 Oktober 2012 – Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus.

Yes 66:10-14b atau 1Kor 12:31 – 13:13; Mat 18:1-5.
Kamu akan menyusu, digendong, dibelai-belai di pangkuan.
Kita menyapa Allah dengan sebutan “Bapa”. Di sini Ia digambarkan sebagai Bapa yang berhati ibu: lembut, hangat, mesra. Percaya seperti seorang anak tidak berarti kekanak-kanakan dan tidak dewasa. Teladan kita adalah Santa Teresia yang menun-jukkan jalan sederhana untuk menjadi kudus. Percaya penuh minta sikap heroik, pantang menyerah, setia dalam hal kecil-kecil sampai akhir demi cinta kepada Allah Pengasih Penyayang
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/10/01/1-oktober-2012-pesta-s-teresia-dr-kanak-kanak-yesus/

30 September 2012 – Minggu Biasa XXVI

Bil 11:25-29; Yak 5:1-6; Mrk 9:38-43,45,47-48.
Ah, kalau seluruh umat Tuhan menjadi nabi, oleh karena Tuhan memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka.
Allah murah hati tiada batasnya. Musa mengerti itu. Ia rela bukan dirinya saja menjadi nabi Allah, melainkan seluruh umat dipenuhi Roh Allah. Yesus juga tidak membatasi anugerah-Nya kepada kalangan terbatas murid-murid-Nya saja. Biar mereka semua dipenuhi Roh Allah, melakukan kebaikan, dan mengusir kejahatan. Siapa saja boleh ikut mega proyek memba-ngun Kerajaan Allah, dunia yang penuh kasih, keadilan dan damai. Itulah tugas setiap orang yang berkehendak baik.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)


29 September 2012 – Pesta S. Mikhael, Gabriel dan Rafael.

Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a; Yoh 1:47-51.
Seribu kali beribu-ribu melayani Dia.
Berjuta-juta malaikat melayani Tuhan. Ia tidak membutuhkan pelayan-an kita. Jadi sungguh menggelikan jika kita baru melayani sedikit saja, sudah merasa begitu hebat. Lebih lagi, kita jual mahal tenaga dan waktu untuk melayani. Sesungguhnya adalah suatu kehormatan bila kita boleh melayani Tuhan, boleh melakukan bagian kita di bumi ini bersama para malaikat. Adalah juga tugas mereka membantu kita hidup di bumi seperti malaikat: dengan mata selalu terarah kepada Tuhan untuk dengan sigap melakukan kehendak-Nya setiap waktu, hidup dengan kudus dan murni, penuh kebaikan.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/29/29-september-2012-pesta-s-mikhael-gabriel-dan-rafael/

28 September 2012

Pkh 3:1-11; Luk 9:18-22.
Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.
Yesus berkali-kali menubuatkan bahwa Ia harus menderita dan mati, tapi akan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Ia melalui derita dan maut untuk sampai kepada kebangkitan. Itulah jalan Yesus. Itulah juga jalan kita. Tapi kita sering menolak penderitaan dan maut, dan ingin langsung mulia. Padahal kita mengenal pepatah: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Percayakah kita bahwa Allah menjadikan semua-nya indah pada waktunya? Bukan pada waktu yang kita inginkan, tapi waktu yang berkenan kepada Tuhan.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/28/28-september-2012/
file: 28 September 2012

27 September 2012 – Pw S. Vinsensius a Paulo

Pkh 1:2-11; Luk 9:7-9.
Segala sesuatu adalah sia-sia. Apa gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari.
Banyak yang diusahakan manusia untuk menambah kekayaan, kekuasaan dan ketenarannya. Para petinju berjuang mati-matian untuk menjadi juara dunia. Mereka rela dipukul sampai babak belur dan menderita cacat hanya demi medali dan uang yang diperoleh. Benar kata si Pengkhotbah: Semua itu adalah sia-sia. Usaha Herodes untuk melihat Yesus pun sia-sia, sebab ia hanya ingin memuaskan rasa ingin tahunya, bukan untuk bertobat dan dirobah hatinya. Adakah yang tidak sia-sia? Banyak, semua yang punya nilai kekal: kasih, persahabatan, kebaikan dan segala kebajikan.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/27/27-september-2012-pw-s-vinsensius-a-paulo/
file: 27 September 2012

26 September 2012

Ams 30:5-9; Luk 9:1-6.
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Sebuah doa sederhana, senada dengan “Berilah kami rezeki pada hari ini.” Yang diminta secukupnya saja, tidak berlebihan. Bukan kekayaan, supaya jangan lupa Tuhan. Bukan juga kekurangan atau kemelaratan, agar dalam keadaan lapar kita jangan sampai menghujat Allah. Yesus berpesan kepada murid-murid yang diutus supaya jangan membawa apa-apa. Suksesnya misi mereka tidak tergantung dari banyaknya bekal, tapi sejauh mana mereka dari hari ke hari mempercayakan diri kepada Tuhan sumber kehidupan.
(Sr. Emmanuel Gunanto, OSU – ANGELA MERICI Biblical Center)
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/26/26-september-2012/
file: 26 September 2012

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI - 23/09/2018

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI MISA REMAJA 30 SEPTEMBER 2018. Seluruh remaja usia BIR(10- 15th) diundang hadir untuk menghadiri Misa...