Sunday, January 15, 2017

Surat Keluarga Februari 2014

Setiap keluarga berpilar cinta
 Tetapi cinta sendiri tidak berpilar
 Karena cinta hanya perlu dasar
 Yang menetapkannya menjadi kekuatan
 Bukan batasan dan syarat yang bertepi

Cinta juga tanpa ujung
 Sebab cinta sejati sepanjang masa
 Dan tindakan adalah seni menampilkannya
 Supaya orang melihat cinta yang nyata
 Dalam kata-kata yang tidak kosong belaka.

 Bersama Allah dan kasih-Nya
 Mari membuat cinta menjadi karya nyata
 Lawan kesempitan cinta diri
 Supaya Allah jangan menjadi pendusta
 Tetapi menampilkan wajah ramah-Nya
 Keluarga-keluarga Katolik yang terkasih

Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek untuk Anda yang merayakannya. Saya juga mengucapkan Selamat Hari Kasih Sayang. Semoga di hari-hari indah itu kita bisa terus mengembangkan kemampuan dan talenta kita untuk mengasihi orang yang paling dekat, yaitu pasangan dan keluarga kita. Betapa indahnya memperingati hari-hari yang berpesan kasih.
Semoga di tahun baru ini Anda semua mengalami damai sejahtera, semangat kerja, dan terus mengasihi keluarga Anda masing-masing. Tradisi Imlek adalah tradisi filosofis yang mengatakan kepada kita bagaimana kita bisa mengungkapkan kemanusiaan kita melalui tradisi yang manusiawi, tradisi kekeluargaan, tradisi yang bisa mengekspresikan kasih kepada orangtua dan anggota keluarga lainnya.
Melalui tradisi macam-macam yang kita rayakan, kita diperlengkapi oleh pengetahuan mengenai bagaimana seseorang harus menempatkan dirinya di tengah keluarga dan bagaimana ia sendiri mengungkapkan rasa syukur dalam keluarga melalui tindakan yang baik penuh kasih kepada mereka, khususnya yang lebih tua, dan kepada anak-anak dan kerabat yang lain.
Beberapa tradisi menjadi begitu bernilai kemanusiaan yang baik. Tradisi yang sangat luhur ini sangat cocok dengan iman katolik kita, yaitu menghormati orang tua dan mencintai mereka sepenuh hati kita, khususnya mereka yang sudah lanjut usia dan mengalami kesulitan atau sakit. Lebih khusus lagi untuk orangtua yang sulit dipahami, mengalami kesepian, atau kesulitan komunikasi.
Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) memang sangat dekat pesannya dengan Tahun Baru Imlek, yaitu pesan moral keluarga. Maka memperhatikan orang-orang di rumah kita adalah tindakan perayaannya. Khususnya, untuk anak-anak kita yang mengalami kesulitan kepribadian, belajar, pergaulan, atau komunikasi dengan kita. Atau untuk pasangan yang mengalami kesulitan berelasi dengan kita.
Hal yang lain lagi adalah mencintai mereka dalam iman. Apakah kita sudah selalu mendoakan anak-anak, orangtua, atau pasangan kita dalam iman? Sebenarnya ada banyak kesulitan dialami justru karena iman yang dangkal atau bahkan kering. Mendoakan keluarga untuk kesuksesan itu penting, tetapi lebih penting lagi memperhatikan hidup beriman mereka. Inilah cinta sejati dalam Tuhan!
Keluarga-keluarga di Keuskupan Agung Jakarta, keluarga adalah tempat persemaian iman yang pertama, maka jangan lewatkan kesempatan itu mulai hari ini juga. Ketika kita berusia lanjut, kita akan menuai kepuasan batin melihat putera-puteri kita bertumbuh bukan hanya dalam pengetahuan, atau harta, tetapi bertumbuh menjadi “kekasih-kekasih Tuhan”. Apa yang harus kita buat untuk mereka? Sekali lagi mencintai dan melayani mereka dalam iman.
Ajaklah secara rutin keluarga Anda, tanpa kecuali, ke Gereja. Ciptakan suasana rohani atau ajaklah mereka mengikuti perayaan ekaristi di luar hari minggu untuk menjamin kedekatan mereka dengan liturgi Gereja dan doa.
Paus Fransiskus mengajak seluruh keluarga di dunia untuk menjadi “Misionaris Keluarga” dengan mengadakan evangelisasi injil melalui cinta kasih yang sungguh. “Menginjili dengan kasih, membawa semua orang kepada Allah”, demikian Paus mengatakannya. “Katakanlah kepada semua orang yang Anda jumpai di jalan bahwa Allah mengasihi manusia sebagaimana adanya, meskipun penuh keterbatasan, kesalahan dan dosa.
Katekese baru yang disampaikan oleh Paus ini pantas kita cermati. Syarat melakukan itu adalah memiliki “Sukacita Iman” dan “Semangat komunitas Kristiani”. Inilah cara kerja kita sebagai umat dan keluarga pilihan Allah: memberi warna “merah muda” pada pewartaan kasih Tuhan  di dalam keluarga. Paus juga melengkapi seruannya dengan ini: “Kita perlu memberi perhatian khusus kepada anggota keluarga yang paling lemah”.
Di atas semua itu, kita perlu mengingat bahwa karya cinta kasih adalah karya Roh Kudus. Roh Allah itu selalu mendahului kita melakukan kasih. Maka mintalah rahmat Roh Kudus, berdoalah dengan iman dan kasih, maka segala sesuatu akan lebih mudah kita alami dan jalani. Semoga rahmat Allah memberi pengharapan baru bagi keluarga kita semua. Amin
Salam Yesus, Maria, dan Yusuf
Rm. Alexander Erwin Santoso, MSF
by : jw
http://www.santo-laurensius.org/2014/02/11/surat-keluarga-februari-2014/

Perayaan Natal dan Sertijab Kaling St. Stefanus

Lingkungan St. Stefanus di perumahan Graha Raya melakukan perayaan Natal Lingkungan secara sederhana pada hari Sabtu, 4 Januari 2014. Perayaan mengambil tempat di rumah salah satu warga, yaitu rumah Bp. Yahya. Seperti yang telah diujicobakan pada tahun lalu, penyelenggaraan kegiatan ini diserahkan kepada anak-anak Bina Iman Anak dan Bina Iman Remaja yang diketuai oleh Patricia Sutrisno. Tanpa banyak bertele-tele dengan berbagai sambutan, acara berlangsung lancar dan meriah. Di tengah-tengah perayaan, juga diselingi serah terima dari Ketua Lingkungan yang lama, Ibu Yosepha Sutrisno (2012-2014) kepada Bp. Asden Situmorang. Beliau terpilih secara mutlak dalam satu putaran pemilihan Ketua Lingkungan St. Stefanus pada bulan Oktober 2013 lalu. Terimakasih kepada Ibu Yossie, Ketua Lingkungan lama dan selamat bertugas Bp. Asden, Ketua Lingkungan yang baru. Semoga tidak ada “tekanan politik” untuk mencalonkan di jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi, sehingga bisa fokus menangani Lingkungan dan memenuhi janji-janji selama masa kampanye. (Jeffry) Keterangan gambar: Anak-anak BIA dan BIR sebagai panitia, serta Sertijab dari Ibu Yossie ke Bp. Asden.


http://www.santo-laurensius.org/2014/01/23/natal-stefanus/

Pertemuan Adven Lingkungan St. Maria, Wilayah XV

Pertemuan Adven di Lingkungan St. Maria, Wilayah XV, Gading Serpong, tahun 2013 ini berjalan cukup semarak. Terlaksana pada tanggal 7 dan 14 Desember lalu diikuti oleh masing-masing 40 orang. Pertemuan pertama diadakan di lapangan terbuka, sedangkan yang kedua di rumah warga karena hujan. Dengan pola menghidupi Kitab Suci melalui permainan keluarga, senang melihat sumringah-nya umat, yang usianya berkisar 5 sampai 85 tahun. Semua larut dalam aktivitas ini, baik saat bermain, maupun saat diajak berefleksi. Memang lingkungan sering beracara untuk keluarga dan mengukir memori iman anak. Dengan harapan, semoga keluarga-keluarga dikuatkan dan selalu merasakan kehadiran Kristus dan pendampingan Bunda. (Liber Mariae)

http://www.santo-laurensius.org/2013/12/23/adven-st-maria/

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI - 23/09/2018

INFORMASI PAROKI & KEGIATAN PAROKI MISA REMAJA 30 SEPTEMBER 2018. Seluruh remaja usia BIR(10- 15th) diundang hadir untuk menghadiri Misa...