Hari Kamis, 20 September 2012 Badan Pelayanan Nasional Karismatik Indonesia menyelenggarakan Konvensi Nasional XII (Konvenas) dengan tema “Kobarkan Terus Api yang Semula” yang dikutip dari Wahyu 2:4. Acara rutin 3 tahunan yg dihadiri oleh 1200an orang dari seluruh nusantara ini adalah ajang untuk bertemu para leader karismatik nasional untuk mendengarkan pengajaran-pengajaran dan workshop-worksop demi pengembangan pelayanan karismatik di Gereja Indonesia..
Konvenas dibuka dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Mgr Ign Suharyo yang didampingi oleh 4 uskup lain: Mgr Nico Adi MSC (Merauke), Mgr Hardjosusanto MSF (Tanjungselor), Mgr. Petrus Bodeng Timang (Banjarmasin), Mgr. Michael Angkur OFM (Bogor) dan 50an imam.
Dalam kotbahnya, Mgr Suharyo kembali menegaskan makna pembaruan: pembaruan diri dan akhirnya harus diarusderaskan untuk membarui Gereja dan dunia. Untuk itu, setiap orang karismatik harus berani mengembangkan sikap kemartiran seperti yang dilakukan oleh Andreas Kim Tae Gon dan Paulus Chong Ha San yang kita peringati hari ini. Tanpa sikap kemartiran, karismatik hanya akan berguna untuk dirinya sendiri dan kurang bermanfaat bagi Gereja dan dunia.
Setelah misa kudus, diadakan ceremoni pembuka dengan pemukulan gong sebanyak 6x oleh Mgr Timang dan 6x oleh Mgr Suharyo.
Sessi pertama malam ini adalah Culture Night, yaitu penampilan kesenian dari masing-masing regio BPK di Indonesia. Regio Semarang plus di mana keuskupan Purwokerto bernaung diwakili oleh Keuskupan Bali yang menampilkan tari Bali modern.
Saat reportase ini ditulis, Keuskupan Agung Jakarta sedang menampilkan drama komedi ttg Pertobatan Sang Koruptor…
Pembuat berita : Romo Deddy Setiawan Pr – Imam diosesan Keuskupan Purwokerto
http://www.santo-laurensius.org/2012/09/21/konvenas-xii-pembaruan-karismatik-katolik-1/
filwe 21 Septtember 2012
No comments:
Post a Comment